Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia, RI Siapkan BLU Khusus

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2026 |14:42 WIB
Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia, RI Siapkan BLU Khusus
Pemerintah berencana membentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang akan bertugas khusus menangani impor minyak mentah. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Pemerintah berencana membentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang akan bertugas khusus menangani impor minyak mentah. c

Adapun volume impor yang direncanakan mencapai 150 juta barel, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional hingga akhir tahun mendatang.

“Jadi sekarang itu bagaimana kita mengimpornya, apakah langsung melalui badan usaha milik negara atau melalui BLU,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung di Kementerian ESDM, Jumat (24/4/2026).

Yuliot mengatakan impor dalam jumlah besar dikhawatirkan memiliki risiko jika sepenuhnya ditangani oleh BUMN, dalam hal ini PT Pertamina (Persero). Karena itu, muncul opsi pembentukan BLU baru agar memiliki fleksibilitas, terutama dari sisi pembiayaan melalui APBN.

“Opsi ini sedang kami siapkan payung regulasinya. Karena kalau melalui BUMN ada konsekuensi. Sementara kalau BLU, apakah ada kemudahan termasuk dari sisi pembiayaan, ini yang sedang kami bahas antar kementerian dan lembaga,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yuliot menjelaskan impor minyak dari Rusia akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026, mengingat kapasitas penyimpanan minyak dalam negeri masih terbatas. Cadangan minyak Indonesia saat ini diperkirakan hanya sekitar 20 hari.

Pada kesempatan itu, Yuliot menambahkan bahwa hasil kesepakatan dari lawatan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu tidak hanya mencakup rencana pembelian minyak, tetapi juga gas.

Meski demikian, ia mengakui kesepakatan pembelian gas masih dalam proses dan belum final, mengingat komoditas tersebut juga menjadi penopang utama industri di berbagai negara.

“Gas ini yang masih kita dorong pengadaannya melalui Rusia. Kita juga memiliki komitmen dengan Amerika. Saat ini tim Pertamina juga sedang berada di Rusia untuk membahas perusahaan mana yang dapat melakukan pengiriman secara cepat,” pungkas Yuliot.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement