Data dari CekRekening.id menunjukkan bahwa penipuan paling banyak terjadi melalui aplikasi pesan dan media sosial. Sejak 2017 hingga 31 Oktober 2025, tercatat 396.691 laporan terkait nomor rekening atau e-wallet yang terindikasi digunakan untuk penipuan melalui aplikasi pesan.
Sementara itu, media sosial berada di urutan kedua dengan total 281.050 laporan.
Melalui kampanye “Jangan Asal Klik”, VIDA mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati sebelum merespons pesan, tautan, atau dokumen yang diterima secara digital.
Beberapa langkah sederhana yang dianjurkan antara lain:
Tidak mengklik tautan dari pesan yang tidak dikenal
Tidak membagikan kode OTP, PIN, atau kode verifikasi
Waspada terhadap file APK atau dokumen yang meminta instalasi aplikasi tambahan
Selalu memverifikasi permintaan transfer dana, meski mengatasnamakan orang terdekat
Menurut Chief Operating Officer VIDA Victor Indajang, penipuan digital saat ini semakin terorganisasi dan berkembang layaknya industri. Karena itu, kesadaran pengguna menjadi garis pertahanan pertama dalam mencegah kejahatan siber.
Di sisi teknologi, VIDA juga mengembangkan sistem keamanan berlapis melalui solusi autentikasi tambahan seperti FaceToken dan PhoneToken yang memanfaatkan verifikasi biometrik dan perangkat untuk memperkuat keamanan akses digital.
(Taufik Fajar)