JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjalani Lebaran perdana sebagai pimpinan tertinggi Kementerian Keuangan pada tahun ini. Dirinya mengaku kerap susah tidur.
Meski demikian, Purbaya tampil santai dan percaya diri mengenakan baju koko lengan pendek hasil buruannya di Pasar Tanah Abang dengan harga terjangkau.
Sambil berseloroh dengan awak media, Purbaya mengaku tidak malu menawar harga saat berbelanja pakaian lebaran.
"Ini di Tanah Abang waktu itu. Kayanya ini 125 ribu, dikit lah tawarnya. Boleh (nawar), kan kita ngirit. Ini jangan kelihatan ya," candanya saat ditemui usai salat Id di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak.
Meski menjadi pejabat negara, urusan pembayaran tetap dilakukan secara tertib melalui pendampingnya. "Yang bayar pak Sekjen soalnya," tambahnya sambil tertawa.
Tahun 2026 menjadi momentum spesial sekaligus menantang bagi Purbaya karena ini merupakan Lebaran pertamanya menjabat sebagai Menteri Keuangan. Ia mengakui beban pikiran lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama terkait tanggung jawab mengelola keuangan negara.
"Pertama jadi Menteri ya... Lebih berat daripada biasanya. Kalau malam santai aja masih mikir gitu. Kadang-kadang susah tidur. Tapi lebih senang. Bonus lebih banyak," ungkapnya.
Di sela kesibukannya, Purbaya menyempatkan diri bersantai dengan keluarga dan bahkan melakukan siaran langsung di media sosial. "Semalam live TikTok sama anak saya, saya main sama dia lah," ujarnya.
Selama bulan Ramadan, Purbaya tercatat melakukan dua kali peninjauan pasar, yakni ke Pasar Tanah Abang di Jakarta dan Pasar Beringharjo di Yogyakarta. Ia mengapresiasi kualitas produk domestik yang dinilainya kompetitif dan diminati banyak pembeli.
Di balik ramainya transaksi, Purbaya menemukan masih banyak pedagang kecil yang tercekik utang masa lalu akibat pandemi.
"Cuman di sana tetap aja ada keluhan. Waktu datang ke sana tuh ada korban COVID. Banyak waktu COVID... hutangnya harus direstrukturisasi, tapi bunganya masih besar. Dia bilang tiap bulan tuh bayarannya besar. Jadi dia minta bantuan," jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Menkeu tengah menyiapkan skema bantuan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk meringankan beban pedagang.
"Saya lagi mikir bisa nggak PIP restrukturasi hutang mereka dengan bunga yang lebih panjang, dan bunga yang lebih rendah. Dan saya udah ngomong sama PIP. Saya pikir nanti kalau udah siap, saya akan bekerja lagi ketemu orang-orang itu," pungkasnya.
(Feby Novalius)