Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp17.075 per Dolar AS Usai Libur Lebaran, Ini Pemicunya

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 23 Maret 2026 14:37 WIB
Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp17.075 per Dolar AS Usai Libur Lebaran, Ini Pemicunya (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi mengalami tren pelemahan saat perdagangan dibuka kembali pasca-libur panjang Idulfitri atau Lebaran 2026. Rupiah diprediksi bergerak melemah di rentang Rp16.990-Rp17.075 per dolar AS.

Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah dipicu oleh menguatnya indeks dolar AS serta eskalasi ketegangan geopolitik global yang mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven).

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksi indeks dolar AS akan bergerak di rentang 98,73 hingga 101,20 dengan kecenderungan menguat.

“Dalam perdagangan minggu depan kemungkinan indeks dolar ini akan kembali menguat menuju 101,20, bukan melemah ke 98,73 yang merupakan area support,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, dikutip Senin (23/3/2026).

Penguatan dolar AS didorong oleh kebijakan bank sentral global yang tetap mempertahankan suku bunga tinggi (hawkish) guna meredam inflasi. Inflasi global sendiri kian terbebani oleh lonjakan harga minyak mentah jenis Brent yang diperkirakan akan menembus kisaran USD110 hingga USD116.

Kenaikan harga energi ini, terutama yang melibatkan Iran sebagai salah satu produsen utama, membuat pelaku pasar cenderung meninggalkan emas dan beralih mengamankan aset dalam bentuk dolar.

"Iran salah satu negara penghasil brent crude oil untuk bahan bakar avtur, ini membuat emas itu tergelincir dan investor berpindah ke save haven-nya dolar AS karena kelihatan kenaikannya cukup tajam," jelas Ibrahim.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya