Achmad berpendapat bahwa kunci utama penghematan energi terletak pada kemudahan masyarakat dalam mengakses transportasi massal yang terintegrasi. Tanpa itu, masyarakat tetap akan terpaksa menggunakan kendaraan pribadi pada empat hari kerja lainnya.
Dia juga menuntut negara untuk memberikan teladan nyata melalui disiplin mobilitas aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai BUMN, bukan sekadar memberikan imbauan kepada masyarakat luas.
"Kalau aparatur negara masih datang ke kantor dengan kendaraan pribadi secara massal, maka pesan penghematan energi akan kehilangan wibawa moralnya. Penghematan energi harus dibangun sebagai perubahan cara bergerak, bukan sekadar perubahan lokasi bekerja," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)