JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilaksanakan lima hari dalam sepekan sebagai langkah efisiensi. Kebijakan ini bertujuan agar program tetap bermanfaat bagi masyarakat tanpa memberatkan anggaran.
Menurut Purbaya, arah kebijakan MBG saat ini tetap berada di koridor yang tepat. Pemerintah menyesuaikan pelaksanaan program dengan kondisi terkini, termasuk mempertimbangkan pengurangan hari operasional.
“Anggarannya sepertinya bagus. Langkah-langkah yang diambil juga cukup baik,” ujar Purbaya di kantornya, Jumat (27/3/2026).
Perubahan skema menjadi lima hari, menurut Purbaya, bukan berarti mengurangi tujuan program, melainkan mengatur ritme agar lebih efisien dan berkelanjutan. Pemerintah ingin memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar berdampak bagi masyarakat.
“Artinya menyesuaikan dengan perkembangan keadaan. Jadi harusnya tidak ada masalah,” katanya.
Purbaya menegaskan, pemerintah tidak memangkas anggaran MBG. Ia menyebut penyesuaian dilakukan oleh pengelola program, yaitu Badan Gizi Nasional (BGN), selama tetap menjaga kualitas manfaat yang diterima masyarakat.
“MBG tidak saya potong. Mereka (BGN) melakukan efisiensi sendiri. Selama ada efisiensinya dan tidak mengurangi kualitas makanannya, saya setuju saja,” ujarnya.
Selain MBG, pemerintah juga menyiapkan efisiensi di pos belanja lain di seluruh kementerian dan lembaga. Langkah ini menjadi bagian dari paket penataan anggaran tahap berikutnya.
“Di tempat lain, di seluruh kementerian ada efisiensi. Ada tahap ketiga yang kita desain untuk menutup kekurangan anggaran yang ada,” kata Purbaya.
Namun, ia belum merinci besaran total efisiensi yang akan dilakukan. Pemerintah masih menghitung kebutuhan dan ruang penghematan yang tersedia.
“Nanti kita hitung-hitung lagi deh,” ujarnya.
(Feby Novalius)