BBM Pertamax Diprediksi Naik hingga Rp17.850 per Liter pada Besok

Tangguh Yudha, Jurnalis
Senin 30 Maret 2026 19:27 WIB
Harga BBM (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Media sosial dihebohkan dengan kabar kenaikan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina non subsidi besok, Selasa (1/4/2026). Diperkirakan kenaikan harga berlangsung cukup signifikan.

Melansir dari data bercap confidential yang beredar pada Senin (30/3/2026), harga BBM jenis Pertamax naik Rp5.550 menjadi Rp17.850 per liter dari semula Rp12.300 per liter.

Kenaikan juga berlaku untuk Pertamax Green yang naik Rp6.250 menjadi Rp19.150 per liter dari semula Rp12.900 per liter. Sementara itu Pertamax Turbo naik Rp6.350 menjadi Rp19.150 per liter dari Rp6.350 pet liter.

Selanjutnya Dex naik Rp9.450 menjadi Rp23.950 per liter dari semula Rp14.500 per liter. Kemudian Dexlite naik Rp9.450 per liter menjadi Rp23.650 per liter dari semula Rp14.200 per liter.

Disebutkan bahwa kenaikan harga BBM Pertamina non subsidi tidak lepas dari melemahnya kurs Rupiah terhadap Dolar sebesar 0,34 persen (Rp58/USD) dari Rp16.819/USD menjadi Rp16.877/USD.

Selain itu juga HIP Gasoline RON 92 naik 63,44 persen (46,15 USD/bbl dari 3,91 USD/bbl menjadi 120,06 USD/bbl, atau baik 62,99 persen (Rp4.925 per liter) dari Rp7.818 per liter.

Kemudian HIP Gasoil 250ppm nail 90,65 persen(79,08 USD/bbl) dari 87,23 USD/bbl menjadi Rp166,31 USD/bbl, atau naik 91,30 persen (Rp8.425 per liter) dari Rp9.228 per liter.

 

"Skema harga Gasoline dan Gasoil naik sejalan dengan tren HIP dalam upaya mendukung arahan Pemerintah untuk hemat energi akibat situasi perang US-Israel vs Iran yang menyebabkan harga minyak dunia naik ekstrim dan terjadi gangguan 20% pasokan minyak dunia di Selat Hormuz," tulis keterangan tersebut.

Meski begitu, kabar tersebut belum dikonfirmasi langsung oleh pihak Pertamina. Hingga berita ini dimuat, pihak Pertamina belum memberikan jawaban.

Untuk diketahui, kenaikan harga BBM non subsidi juga telah diprediksi Ekonom Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibowo. Ia menyebut  kenaikan tersebut merupakan konsekuensi logis dari mekanisme pasar internasional.

“Kenaikan harga BBM nonsubsidi dinilai sebagai konsekuensi logis karena skema penetapannya mengikuti harga pasar internasional,” ungkapnya.

Wisnu memperkirakan kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak akan lebih dari 10 persen. Adapun penyebab kenaikan harga dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah, acuan harga Mean of Platts Singapore (MOPS), hingga kurs rupiah terhadap dolar AS yang fluktuatif.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya