Sementara itu, pada 2024, alokasi subsidi energi mencapai Rp203,4 triliun, dengan Rp114 triliun dialokasikan untuk subsidi BBM dan LPG 3 kilogram.
Pada 2025, pemerintah kembali meningkatkan alokasi anggaran subsidi energi dan kompensasi dalam APBN menjadi Rp394,3 triliun atau naik 1,9 persen dibandingkan 2024. Alokasi subsidi BBM dan LPG juga naik Rp900 miliar menjadi Rp204,3 triliun.
“Dalam RAPBN 2026, pemerintah kembali mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun, termasuk Rp105,4 triliun untuk subsidi BBM dan LPG,” katanya.
Oleh karena itu, besarnya alokasi subsidi energi berbasis fosil tersebut perlu dievaluasi, terutama di tengah meningkatnya risiko geopolitik global. Ia menilai pemerintah dapat mengalihkan sebagian subsidi BBM dan LPG impor ke program elektrifikasi, termasuk kompor listrik dan kendaraan listrik.
(Feby Novalius)