Subsidi Energi Rp210 Triliun Dinilai Tak Efektif Lagi

Feby Novalius, Jurnalis
Rabu 01 April 2026 07:55 WIB
Pemerintah dinilai perlu segera mengubah pola subsidi energi agar tidak sekadar menjadi respons jangka pendek terhadap konflik geopolitik. (Foto: Okezone.com/Pertamina)
Share :

Sementara itu, pada 2024, alokasi subsidi energi mencapai Rp203,4 triliun, dengan Rp114 triliun dialokasikan untuk subsidi BBM dan LPG 3 kilogram.

Pada 2025, pemerintah kembali meningkatkan alokasi anggaran subsidi energi dan kompensasi dalam APBN menjadi Rp394,3 triliun atau naik 1,9 persen dibandingkan 2024. Alokasi subsidi BBM dan LPG juga naik Rp900 miliar menjadi Rp204,3 triliun.

“Dalam RAPBN 2026, pemerintah kembali mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun, termasuk Rp105,4 triliun untuk subsidi BBM dan LPG,” katanya.

Oleh karena itu, besarnya alokasi subsidi energi berbasis fosil tersebut perlu dievaluasi, terutama di tengah meningkatnya risiko geopolitik global. Ia menilai pemerintah dapat mengalihkan sebagian subsidi BBM dan LPG impor ke program elektrifikasi, termasuk kompor listrik dan kendaraan listrik.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya