Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas meningkatnya kinerja ekspor non migas periode Januari-Februari 2026 yang naik 8,19 persen (yoy) dengan andil sebesar 5,30 persen.
Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar yaitu minyak kelapa sawit dan nikel, kendaraan bermotor roda empat atau lebih, semikonduktor dan elektronik lainnya, serta juga sektor kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian.
Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan utama ekspor, nilai ekspor non migas ke China tercatat USD10,46 miliar pada Februari 2026 atau naik 18,24 persen, disusul Amerika Serikat, India dan Uni Eropa mengalami peningkatan. Sementara untuk ekspor non migas ke Asean mengalami penurunan.
(Dani Jumadil Akhir)