“Yang memang tanah Kereta Api tetapi sudah diduduki oleh masyarakat. Kemudian juga kemarin di Tanah Abang kita melihat ada beberapa lokasi juga. Kita akan komunikasikan karena itu adalah tanah negara, tentunya itu digunakan untuk kepentingan negara dan rakyat Indonesia,” ujar Maruarar.
Mengenai siapa pihak lain yang menguasai tanah milik negara, menurut Maruarar kemungkinan masyarakat. Namun, ia tidak merinci siapa.
“Ya tentu bisa masyarakat,” pungkasnya.
(Feby Novalius)