Jurus RI Perkuat Peran Krusial Perempuan Bangun Ketahanan Ekonomi Nasional

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 09 April 2026 15:08 WIB
Jurus RI Perkuat Peran Krusial Perempuan Bangun Ketahanan Ekonomi Nasional (Foto: Dokumentasi)
Share :

JAKARTA - Pemerintah Indonesia memperkuat peran krusial perempuan dalam ketahanan ekonomi nasional. Wakil Menteri PPN/Wakil kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan pentingnya menempatkan perempuan sebagai aktor strategis dalam pembangunan berbasis masyarakat.

“Desain besar pemberdayaan masyarakat menempatkan perempuan tidak lagi sekadar sebagai kelompok rentan, melainkan sebagai aktor strategis dalam memberdayakan komunitas. Tanpa kepemimpinan perempuan, resiliensi nasional tidak akan terbentuk secara utuh,” ujar Febrian di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyoroti peran ekonomi kreatif dalam memperkuat ketahanan keluarga dan komunitas.

"Diversifikasi ekonomi melalui usaha kreatif yang dipimpin perempuan terbukti mampu menjaga stabilitas dan memperkuat ketangguhan ekonomi rumah tangga dan komunitas. Pemberdayaan perempuan menjadi faktor kunci dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan resiliensi,” ungkap Irene.

Diketahui, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan dukungan Pemerintah Australia melalui Program SIAP SIAGA menyelenggarakan Dialog Nasional dan Lokakarya di Balai Kota DKI Jakarta. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 dan menyambut Hari Kartini, yang bertujuan untuk menegaskan kembali pentingnya kepemimpinan perempuan dalam memperkuat kemandirian dan resiliensi bangsa.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong kepemimpinan perempuan sebagai fondasi penting dalam membangun ketangguhan masyarakat dan bangsa di tengah berbagai tantangan global, mulai dari bencana alam, perubahan iklim, hingga tekanan sosial ekonomi.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menegaskan bahwa penciptaan ekosistem yang mendukung kepemimpinan perempuan merupakan bagian dari mandat inti kementeriannya.

Wamen PPPA menekankan perlunya sistem kebijakan yang secara aktif membuka ruang bagi perempuan, bukan hanya di sektor formal, tetapi juga dalam kepemimpinan komunitas dan respons krisis.

“Resiliensi nasional tidak bisa dibangun tanpa memastikan perempuan memiliki ruang, akses, dan legitimasi untuk memimpin, baik di ranah formal maupun informal. Kepemimpinan perempuan adalah fondasi penting dalam membangun ketangguhan sosial yang berkelanjutan,” ujar Wamen PPPA.

 

Wamen PPPA juga menekankan bahwa kepemimpinan perempuan selama ini kerap hadir dalam bentuk yang tidak terlihat, terutama dalam situasi krisis. Perempuan berperan sebagai penggerak komunitas, pengelola sumber daya keluarga, hingga aktor utama dalam respons awal bencana. Namun, peran tersebut belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem kebijakan dan pembangunan nasional.

“Ketika perempuan kuat, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, komunitas menjadi tangguh, dan pada akhirnya akan memperkuat resiliensi nasional. Ini bukan sekadar narasi, tetapi arsitektur pembangunan yang harus kita wujudkan bersama,” ujar Wamen PPPA.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Wamen PPPA menyoroti dua program strategis Kemen PPPA yang secara langsung memperkuat resiliensi perempuan di tingkat akar rumput.

Pertama, program Kebun Pangan Perempuan yang mendorong Perempuan, terutama di perdesaan, sebagai pengelola ketahanan pangan keluarga dan komunitas secara mandiri. Kedua, mengurangi beban kerja ganda perempuan melalui redistribusi tanggung jawab pengasuhan, penguatan layanan perawatan berbasis komunitas, dan pengakuan formal atas kerja-kerja perawatan yang selama ini tidak terhitung dalam sistem ekonomi.

“Perempuan tidak bisa memimpin jika waktunya habis untuk mengurus beban rumah tangga sendirian. Kerja perawatan bukan isu domestik, ini adalah isu pembangunan. Begitu pula dengan kebun pangan perempuan: ini bukan sekadar program pertanian, melainkan strategi penguatan kedaulatan ekonomi perempuan dari tingkat keluarga,” tegas Wamen PPPA.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka turut menekankan pentingnya penguatan peran keluarga sebagai fondasi resiliensi.

"Transisi sosial dan demografi membutuhkan pendampingan keluarga yang kuat. Perempuan menjadi penggerak utama dalam memastikan keluarga mampu beradaptasi terhadap berbagai perubahan dan dinamika yang ada dan berfungsi secara sosial,” ujar Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Wakil Kepala BKKBN.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya