Hingga Maret 2026, BTN juga aktif menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) dengan total plafon Rp2,17 triliun. Dari sisi pasokan, dana sebesar Rp1,47 triliun dialokasikan untuk pengembang dan penyedia bahan bangunan, sementara dari sisi permintaan sebesar Rp700 miliar digunakan nasabah untuk pembelian dan renovasi.
Di luar sektor hunian, BTN menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp2,72 triliun. Komposisinya terdiri dari KUR Kecil: Rp2,04 triliun (75 persen) dan KUR Mikro: Rp687 miliar (25 persen).
Sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi penyaluran KUR dengan porsi 59,22 persen, disusul sektor akomodasi makanan dan minuman sebesar 12,36 persen, serta konstruksi sebesar 10,08 persen.
Sebagai bagian dari strategi beyond mortgage, BTN mengandalkan platform digital Bale Properti untuk memfasilitasi pencarian hunian hingga pengajuan KPR secara online. Hingga kini, platform tersebut mencatat rata-rata 780 aplikasi per bulan dengan waktu pemrosesan rata-rata hanya 3 hari.
BTN juga memperkenalkan inovasi ramah lingkungan, seperti program pembayaran angsuran KPR berbasis pengelolaan sampah serta program BTN Housingpreneur untuk meningkatkan kapasitas pengembang skala kecil dan menengah.
Tahun 2026 ini, BTN menargetkan penyaluran KPR baru sebanyak 240.950 unit. Strategi ini akan didukung oleh penguatan ekosistem digital dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk menciptakan solusi hunian yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
(Dani Jumadil Akhir)