JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) segera menyiapkan hunian bagi pekerja, terutama di kawasan industri dengan mobilitas tinggi. Pemerataan rumah layak di kawasan industri digadang-gadang menjadi salah satu bagian dari program tiga juta rumah pemerintahan Prabowo Subianto.
“Kami ingin pekerja bisa tinggal dekat dengan tempat kerja. Ini bukan hanya soal hunian, tapi juga efisiensi waktu, biaya transportasi, dan peningkatan kualitas hidup,” ucap Ara, Rabu (15/4/2026).
Sejalan dengan itu, Ara mengatakan konsep pembangunan rusun subsidi di kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengatasi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan dan kawasan industri yang terus berkembang.
"Rusun subsidi ini menjadi solusi tepat di kawasan industri seperti ini. Lahan terbatas, kebutuhan tinggi, maka hunian vertikal menjadi pilihan yang efektif,” ujarnya.
Terkini, Kementerian PKP tengah menyiapkan regulasi untuk mempercepat implementasi program penyediaan rumah bagi masyarakat. Beleid baru ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan teknis dan administratif yang selama ini menghambat pembangunan kawasan permukiman.
“Saat ini Kementerian PKP sedang menyiapkan aturan terkait rusun subsidi dalam bentuk Keputusan Menteri (Kepmen) sebagai landasan percepatan pelaksanaan di lapangan,” kata Ara.
Ia menekankan bahwa pembangunan rusun harus memperhatikan ekosistem pendukung agar benar-benar layak huni dan berkelanjutan.