Bahlil mengatakan, standar internasional untuk ketahanan energi nasional rerata berkisar 3 bulan, sehingga Indonesia akan mengarah pada ketentuan internasional yang dimaksud dengan membangun storage baru.
"Makanya kita sekarang mau bangun storage untuk minimal 3 bulan. Kalau kita impor sebanyak itu kita mau taruh di mana? Itu kira-kira problem kita dan ini terjadi. Tidak usah menyalahkan siapa-siapa, memang faktanya begitu negara kita, dan kita harus perbaiki kan," kata Bahlil di Jakarta (3/3).
Lebih jauh, Bahlil menyebut rencananya gudang penyimpan minyak itu akan berlokasi di pulau Sumatera. Saat ini proyek tersebut tengah dalam penyusunan FS (feasibility study) sebelum masuk dalam tahap konstruksi.
"FS lagi berjalan, dan ditargetkan di tahun ini pembangunannya sudah mulai dilakukan. Jangan tanya saya bulan apa ya, lokasinya di daerah Sumatera. Sumateranya pun jangan tanya saya di kabupaten apa," tambah Bahlil.
(Dani Jumadil Akhir)