Tak Sekadar Sustainable, Industri Tekstil Harus Bertransformasi di Tengah Tekanan Global

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 20 April 2026 16:03 WIB
Industri tekstil membutuhkan transformasi di tengah dunia yang semakin dinamis. (Foto; Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Industri tekstil membutuhkan transformasi di tengah dunia yang semakin dinamis. Inovasi menjadi kunci utama, dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu pilar penting keberlanjutan bisnis ini dalam jangka panjang.

Para pelaku industri, akademisi, dan organisasi internasional membahas langkah konkret dalam menghadapi tuntutan global, mulai dari penerapan ekonomi sirkular, penguatan inovasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia guna mendorong daya saing industri tekstil nasional.

Praktisi tekstil Eko Supriatno menilai keberlanjutan industri tekstil kini telah menjadi transformasi sistem dalam industri fesyen.

“Sustainability di industri fashion hari ini bukan lagi sekadar inisiatif, tetapi sudah menjadi transformasi sistem, terutama di supply chain. Tantangannya bukan hanya ingin sustainable, tetapi bagaimana mengeksekusinya sambil tetap menjaga keberlanjutan bisnis,” ungkapnya, Senin (20/4/2026).

Ia juga menyoroti dampak lingkungan industri tekstil yang terjadi di seluruh rantai nilai.

“Hasil berbagai studi menunjukkan bahwa untuk mengatasi tantangan ini, kita perlu beralih ke circular textile value chain. Peralihan ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi dan meningkatkan daya saing sektor tekstil,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Marketing dan Operasional II Tribhakti Inspektama, Muhamad Ihsan, menilai transformasi industri tekstil saat ini juga berfokus pada aspek inspeksi dan kepatuhan produk.

“Transformasi inspeksi di industri tekstil yang sebelumnya hanya berfokus pada pemeriksaan fisik, kini berkembang ke arah memastikan bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar compliance sejak proses produksi,” ujarnya.

Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan organisasi internasional dalam mendorong transformasi industri tekstil Indonesia.

Akademisi Prof. Mohamad Widodo juga menekankan pentingnya pergeseran paradigma industri tekstil menuju ekonomi sirkular.

“Pekerjaan rumah kita menuju sirkularitas harus bergerak dari sekadar recycle ke strategi yang lebih tinggi seperti reuse, reduce, rethink, dan refuse. Inilah yang akan menciptakan kondisi industri yang lebih sustainable dan circular,” jelasnya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya