Proyek Giant Sea Wall Akan Geser Permukiman Nelayan

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Senin 04 Mei 2026 13:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono Soal Giant Sea Wall. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) akan berdampak pada pergeseran permukiman nelayan. Pemerintah memastikan relokasi yang dilakukan dalam proyek tersebut tidak menurunkan kesejahteraan nelayan, melainkan diharapkan memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka.

"Kemudian relokasi nelayan, ini tentunya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraannya, bukan menggusur tanpa tujuan, apalagi membuatnya lebih sengsara," ujarnya dalam acara Kick Off Meeting Perlindungan Pesisir Utara Jawa di Jakarta, Senin (4/5/2026).

AHY berpandangan bahwa proyek tanggul laut raksasa ini bukan sekadar menjaga wilayah pesisir dari ancaman banjir rob, tetapi juga untuk menjaga mata pencaharian masyarakat, terutama di wilayah pesisir yang berpotensi hilang akibat banjir tersebut.

"Kita berharap kesejahteraan nelayan itu semakin baik, nilai tukar nelayan semakin tinggi, dan pada akhirnya semakin banyak masyarakat, termasuk anak-anak muda kita, yang terserap ke lapangan pekerjaan di luar dari profesi nelayan," sambungnya.

AHY menyebutkan kondisi pesisir Jawa saat ini dihadapkan pada dua tantangan sekaligus. Pertama, penurunan muka tanah yang mencapai 20 cm per tahun, dan kedua, kenaikan muka air laut yang mencapai 1,2 cm per tahun. Kondisi ini membuat pesisir utara Jawa berpotensi tenggelam jika tidak ada penanganan sejak dini.

"Ini juga mengakibatkan terus mengintainya banjir rob yang bisa menghancurkan properti, merusak rumah-rumah warga, dan kembali saya juga mengingatkan bahwa ini berpotensi pada terjadinya bencana yang lebih buruk dan fatal," lanjut AHY.

Kondisi tersebut mengancam 20 kabupaten dan 5 kota di sekitar Pantura dengan jumlah populasi mencapai 55 juta penduduk. Sementara itu, masyarakat yang hidup di wilayah pesisir dan menjadi paling rentan mencapai 26 persen dari total populasi tersebut.

Dirinya menambahkan, total luas sawah di Pulau Jawa mencapai 1,5 juta hektare. Adapun lahan sawah yang berada di wilayah pesisir dan terancam banjir rob diperkirakan mencapai 115 ribu hektare.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya