Selain sektor otomotif, pemerintah melalui LPEI (Indonesia Eximbank) akan meluncurkan program pembiayaan dengan bunga rendah bagi perusahaan eksportir. Fokus utama akan diberikan pada perusahaan yang membutuhkan peremajaan mesin produksi, terutama di sektor tekstil, dengan potensi bunga kredit ditekan hingga kisaran 6 persen atau bahkan lebih rendah.
“Kita ingin industri bisa dapat akses pembiayaan lebih murah supaya bisa ekspansi dan meningkatkan daya saing,” ungkap Purbaya.
Purbaya menegaskan bahwa secara keseluruhan, kondisi ekonomi nasional tetap tangguh meskipun terdapat dinamika di beberapa sektor industri tertentu.
“Kita pastikan likuiditas cukup sehingga dunia usaha bisa bergerak. Pebisnis juga tidak perlu terlalu khawatir, ekonomi kita masih akan terus membaik,” pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)