Rupiah Menguat ke Rp17.333, Geopolitik dan Ekonomi AS Jadi Sentimen Pasar

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 07 Mei 2026 16:20 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.333, Geopolitik dan Ekonomi AS Jadi Sentimen Pasar. (Foto: Okezone.com)
Share :

Media AS Axios melaporkan bahwa AS mengharapkan tanggapan Iran mengenai beberapa poin penting dalam 48 jam ke depan, mengutip sumber yang mengatakan bahwa ini adalah kesepakatan terdekat yang pernah dicapai kedua pihak sejak perang dimulai.

Fokus pasar hari ini akan tertuju pada klaim pengangguran awal dan pidato para pejabat Federal Reserve. Para pedagang juga bersiap untuk data laporan ketenagakerjaan AS bulan April yang akan dirilis besok, Jumat, karena hal itu dapat menentukan langkah The Fed selanjutnya terkait kebijakan suku bunga.

Dari sentimen domestik, potensi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) kian terbuka seiring tekanan fiskal yang meningkat akibat lonjakan harga energi global, ditambah beban subsidi yang berpotensi melampaui asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kondisi geopolitik global yang memanas membuat harga energi bertahan di level tinggi dalam waktu yang tidak singkat. Situasi tersebut turut mendorong kenaikan komponen crack spread, yakni selisih harga minyak mentah dan produk turunannya seperti BBM.

Dengan crack spread yang masih tinggi, biaya subsidi bisa menjadi lebih besar dari perhitungan pemerintah dalam APBN. Hal ini membuat kapasitas fiskal menjadi terkonstrain. Apabila harga minyak dunia, yang tercermin dari harga acuan seperti Brent, bertahan di level USD120 per barel dalam beberapa bulan, maka penyesuaian harga BBM menjadi sesuatu yang sulit dihindari.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya