BI Kucurkan Insentif Likuiditas Rp427,9 Triliun per April 2026

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 07 Mei 2026 19:06 WIB
BI Kucurkan Insentif Likuiditas Rp427,9 Triliun per April 2026 (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan telah menggelontorkan Rp427,9 triliun Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) hingga pekan pertama April 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan langkah ini bertujuan untuk memacu penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas serta mendukung percepatan penurunan suku bunga pinjaman di tengah dinamika ekonomi global.

“BI memberikan insentif KLM sampai April Rp427,9 triliun disalurkan BUMN Rp20,24 triliun. Insentif makro disalurkan ke pemerintah lewat Asta Cita termasuk sektor pertanian, perumahan, koperasi. Kebijakan makro juga longgar untuk pertumbuhan kredit," kata Perry dalam konferensi pers hasil rapat KSSK, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Sebagai langkah strategis untuk mempercepat dampak kebijakan tersebut, BI meluncurkan inisiatif Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI 2026) pada akhir April lalu. 

PINISI dirancang sebagai platform kolaborasi yang menghubungkan KSSK, regulator, investor, hingga perbankan demi mengoptimalkan penyaluran kredit, terutama bagi pelaku UMKM.

Dalam kerangka ini, BI menetapkan insentif khusus guna memastikan pelaku usaha kecil mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah.

"Koordinasi dengan KSSK menjaga kredit melalui PINISI. Kebijakan diarahkan untuk UMKM antara lain insentif KLM 1 persen dari DPK (dana pihak ketiga)," jelas Perry.

 

Keberhasilan penyaluran insentif ini didukung oleh kondisi likuiditas perbankan yang sangat memadai. Data per Maret 2026 menunjukkan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) tetap stabil di level 27,85 persen.

Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melesat hingga 13,55 persen secara tahunan (year-on-year). 

Dengan modalitas likuiditas yang kuat ini, perbankan diharapkan terus aktif mendukung program strategis pemerintah seperti sektor pertanian dan perumahan melalui skema Asta Cita.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya