JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan telah menggelontorkan Rp427,9 triliun Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) hingga pekan pertama April 2026.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan langkah ini bertujuan untuk memacu penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas serta mendukung percepatan penurunan suku bunga pinjaman di tengah dinamika ekonomi global.
“BI memberikan insentif KLM sampai April Rp427,9 triliun disalurkan BUMN Rp20,24 triliun. Insentif makro disalurkan ke pemerintah lewat Asta Cita termasuk sektor pertanian, perumahan, koperasi. Kebijakan makro juga longgar untuk pertumbuhan kredit," kata Perry dalam konferensi pers hasil rapat KSSK, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Sebagai langkah strategis untuk mempercepat dampak kebijakan tersebut, BI meluncurkan inisiatif Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI 2026) pada akhir April lalu.
PINISI dirancang sebagai platform kolaborasi yang menghubungkan KSSK, regulator, investor, hingga perbankan demi mengoptimalkan penyaluran kredit, terutama bagi pelaku UMKM.
Dalam kerangka ini, BI menetapkan insentif khusus guna memastikan pelaku usaha kecil mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah.
"Koordinasi dengan KSSK menjaga kredit melalui PINISI. Kebijakan diarahkan untuk UMKM antara lain insentif KLM 1 persen dari DPK (dana pihak ketiga)," jelas Perry.