JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ini tengah menjajaki pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai salah satu sumber pendanaan untuk Bond Stabilization Fund (BSF). Instrumen ini dirancang sebagai benteng pertahanan guna menjaga stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN) agar tidak mengalami tekanan berlebihan akibat aksi jual oleh investor asing.
Dalam pelaksanaannya, Purbaya menjelaskan bahwa pendanaan BSF tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi juga akan mensinergikan berbagai lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan.
“Kalau fund betulan, desain lamanya itu ada beberapa lembaga yang terlibat, antara lain Kementerian Keuangan dan seluruh Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan bisa ikut membantu ketika kita melakukan stabilisasi harga bond,” ujar Purbaya dalam konferensi pers KSSK dikutip Jumat (8/5/2026).
Meskipun disiapkan sebagai langkah antisipasi, pemerintah menilai bahwa situasi pasar obligasi saat ini masih dalam batas yang bisa ditangani. Melalui koordinasi intensif dengan Bank Indonesia, Purbaya optimistis ketersediaan dana domestik masih sangat memadai untuk melakukan intervensi jika diperlukan.
“Kalau melihat volumenya yang keluar selama ini kelihatannya tidak besar-besar amat. Harusnya dana kita cukup,” katanya.
Tujuan utama dari pembentukan BSF ini adalah untuk meredam spekulasi dan menjaga agar harga obligasi pemerintah tetap stabil, sehingga tidak menciptakan efek domino yang negatif di pasar keuangan nasional.
“Urgensinya cuma itu, menjaga harga bond kita supaya stabil supaya tidak menimbulkan kegaduhan di pasar modal kita,” imbuhnya.