“FHA 2026 membuka wawasan kami tentang pasar global sekaligus meningkatkan kepercayaan diri bahwa produk lokal seperti sagu Papua memiliki peluang untuk bersaing di tingkat internasional. Respons pasar pun cukup positif. Sejumlah pengunjung dari Jepang dan Korea menunjukkan ketertarikan terhadap produk berbasis sagu sebagai alternatif gluten free, dan telah meminta katalog serta sampel untuk penjajakan kerja sama lebih lanjut,” tutur Rini.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y S menegaskan bahwa keberhasilan UMKM binaan BRI menembus pasar internasional menjadi indikator kuat atas daya saing produk lokal Indonesia.
“Pencapaian UMKM binaan BRI di pasar global merupakan validasi bahwa produk Indonesia mampu memenuhi standar kualitas internasional. Fokus kami adalah membangun kepercayaan pasar global sekaligus memastikan UMKM Tanah Air dapat terintegrasi dalam rantai pasok dunia secara berkelanjutan,” ujar Dippo.
Ke depan, BRI akan terus memperkuat perannya sebagai enabler pertumbuhan UMKM, tidak hanya untuk berkembang di pasar domestik, tetapi juga agar mampu menangkap peluang di pasar global dan membawa komoditas pangan lokal Indonesia ke mancanegara.
(Agustina Wulandari )