JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis prediksi sejumlah ekonom yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia akan merosot di bawah 5 persen pada kuartal III dan IV tahun 2026.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi matang untuk menjaga momentum pertumbuhan tetap berada di level tinggi, bahkan melampaui capaian awal tahun.
Menurut Purbaya, pandangan skeptis yang menyebut belanja pemerintah tidak akan lagi memberikan efek signifikan pada sisa tahun ini. Menurutnya, mesin pertumbuhan ekonomi sesungguhnya berada pada sektor swasta yang mendominasi 90 persen aktivitas ekonomi nasional.
"Mereka tidak tahu strategi ekonomi saya seperti apa. Walaupun kemarin cuma belanja pemerintah saja yang tumbuh, tidak akan sampai 5,61 persen. Kenapa? 90 persen kan swasta," tegas Purbaya saat ditemui di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Selasa (12/5/2026).
Untuk memastikan ekonomi tetap bergairah pada kuartal III dan IV, Purbaya berencana menggelontorkan berbagai insentif, khususnya pada sektor kendaraan ramah lingkungan.
Selain itu, fokus utama pemerintah adalah mempermudah akses pendanaan bagi industri berorientasi ekspor yang menyerap banyak tenaga kerja.
"Jadi ada tetap dorongan ke sektor riil. Kalau dari kita ya akan kasih insentif di mobil listrik, motor listrik. Nanti akan perbaikin tadi akses kependanaan seperti apa. Dari perusahaan-perusahaan ekspor orientasi seperti tekstil, furniture, sepatu. Saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat, supaya mereka punya akses kependanaan yang lebih bagus dan lebih murah. Saya bisa masuk lewat Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia (LPEI)," jelasnya.