Kepada para pelaku pasar dan investor domestik, Purbaya mengimbau untuk tetap tenang menghadapi koreksi ini dan justru memanfaatkannya sebagai peluang investasi.
"Jadi teman-teman nggak usah khawatir. Investor pasar saham, kalau saya bilang, jangan takut serok bawah sekarang. Kalau saya lihat tekniknya, sehari dua hari udah balik. Jadi jangan lupa beli saham," kata dia.
Sebagai instrumen penyelamatan konkret, Purbaya menyatakan pemerintah mulai hari ini resmi mengucurkan dana intervensi ke pasar obligasi secara signifikan.
Langkah ini dilakukan guna menstabilkan harga Surat Berharga Negara (SBN) agar investor asing tidak panik dan melakukan aksi lepas portofolio demi menghindari potensi kerugian modal (capital loss).
Stabilnya pasar surat utang ini diyakini akan ikut menopang pergerakan mata uang Garuda.
Berdasarkan data pasar uang pada Senin pagi, nilai tukar Rupiah ditutup melemah tipis sebesar 33 poin atau turun 0,19 persen ke level Rp17.630 per dolar AS, jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan pekan sebelumnya yang berada di level Rp17.597 per dolar AS.
(Taufik Fajar)