Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Anggota DPR Desak Gubernur BI Mundur

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |13:17 WIB
Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Anggota DPR Desak Gubernur BI Mundur
Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Anggota DPR Desak Gubernur BI Mundur (Foto: Tangkapan Layar)
A
A
A

JAKARTA - Komisi XI DPR RI menyoroti pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh Rp17.600 per dolar AS. Pelemahan Rupiah ini terendah sepanjang sejarah sejak krisis moneter 1998.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN Primus Yustisio meminta pertanggungjawaban Bank Indonesia (BI) atas pelemahan nilai tukar Rupiah. Bahkan, Primus menyebut Gubenur BI Perry Warjiyo sebaiknya mengundurkan diri.

Primus Yustisio menyoroti adanya anomali besar dalam struktur makroekonomi domestik saat ini. Ia mempertanyakan mengapa mata uang Garuda justru terdepresiasi parah di saat indikator pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 tumbuh meyakinkan di angka 5,61 persen.

Menurut Primus, kejatuhan Rupiah hingga menyentuh kisaran Rp17.600 per Dolar AS telah menorehkan catatan kelam sebagai salah satu titik terendah dalam sejarah keuangan Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi kita 5,61 persen. Tetapi nilai tukar Rupiah kita jeblok. Bahkan sekarang ada di level rekor terendahnya terhadap dolar,” kata Primus dalam Rapat Kerja antara Komisi XI DPR RI dan BI di Gedung DPR, Jakarta, Senin Senin (18/5/2026) 

Tidak hanya loyo di hadapan Dolar AS, Primus menilai daya beli Rupiah juga keok saat disandingkan dengan deretan mata uang utama dunia lainnya, termasuk di lingkup regional Asia Tenggara.

Mata uang global yang turut menekan Rupiah di antaranya Dolar Singapura, Dolar Australia, Ringgit Malaysia, Euro, hingga Dolar Hong Kong.

Sebagai komparasi historis, ia menjabarkan bahwa pada awal tahun 2006, nilai tukar Rupiah terhadap Euro masih mampu bertahan di kisaran Rp7.000. Namun, saat ini posisinya sudah terbang bebas mendekati rentang Rp19.000 hingga Rp20.000 per Euro.

Kejatuhan yang masif ini dinilai mencerminkan adanya persoalan serius pada tingkat kepercayaan pasar.

“Apa yang terjadi saat ini? Menurut saya pribadi, Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan trust. Bank Indonesia sudah menyampingkan kredibilitasnya,” kata Primus.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement