Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia kini jauh lebih seimbang. Reformasi struktural yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo dinilai berhasil mengaktifkan kembali peran sektor swasta nasional sebelum terjadinya guncangan ekonomi dari eksternal (negative shock global).
"Strategi kita bukan hanya belanja pemerintah, tapi kita juga mengaktifkan sektor swasta. Makanya pertumbuhan ekonomi bisa 5.6 (persen) triwulan pertama karena swasta juga mulai bergerak bukan hanya government aja," jelasnya.
Purbaya menjanjikan akan memaparkan seluruh kinerja impresif APBN hingga bulan April dalam konferensi pers resmi esok hari untuk membuktikan bahwa arah kebijakan fiskal pemerintah berada di jalur yang tepat.
"Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat dan triwulan pertama tahun ini. Kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi. Anda ingat, triwulan pertama kita tumbuh 5,6 persenketika perekonomian global lagi goncang. Jadi itu suatu prestasi yang luar biasa karena kebijakan Bapak Presiden melakukan reformasi betul-betul dilakukan sebelum ada negative shock dari global. Jadi strategi pembangunannya amat baik dari bapak Presiden," pungkas Purbaya.
(Dani Jumadil Akhir)