Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo Bilang Desa Tak Pakai Dolar AS, Begini Kata Purbaya

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |17:53 WIB
Prabowo Bilang Desa Tak Pakai Dolar AS, Begini Kata Purbaya
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan klarifikasi mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat di pedesaan tidak menggunakan mata uang Dolar AS sehingga tidak terdampak langsung oleh gejolak nilai tukar. Pernyataan Presiden tersebut sebelumnya sempat memicu diskusi hangat di ruang publik.

Purbaya menegaskan bahwa pernyataan kepala negara harus dilihat berdasarkan lokalisasi konteks wilayah penuturannya, dan bukan berarti mengecilkan pemahaman ekonomi makro.

“Konteksnya begini, itu kan bicara di pedesaan. Konteksnya di situ untuk orang sana. Bukan berarti Pak Presiden nggak ngerti Rupiah, dia kan jago beneran. Jadi konteksnya seperti itu,” ujar Purbaya kepada awak media di Istana Kepresidenan, Senin (18/5/2026).

Adapun mengenai potensi rambatan inflasi dari barang impor (imported inflation) yang bisa ikut memukul daya beli masyarakat desa akibat pelemahan Rupiah, Purbaya menilai dampaknya tidak sepotensial narasi yang berkembang di masyarakat.

“Emang mereka ngerti imported inflation? Berapa ngerti kalau mereka dijelasin? Imported inflation secara teoritis nggak terlalu signifikan," kata Purbaya.

Purbaya menambahkan bahwa dalam literatur akademis ekonomi, konsep inflasi bawaan dari luar negeri ini masih kerap menjadi perdebatan teoretis dan tidak serta-merta langsung mengubah struktur harga di tingkat terbawah.

"Kalau kamu baca buku-buku ekonomi… Kadang-kadang jelas, kadang-kadang nggak. Sebagian meragukan adanya imported inflation. Itu kan bahasa populer kan. Coba selama ini itu pasti ada delay dan kadang-kadang juga hilang. Jadi itu kalau di buku-buku, kadang-kadang buku teks ya yang betul ya, kadang-kadang ada, kadang-kadang nggak, kadang-kadang ada yang meragukan gitu,” urai Purbaya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement