Rapor ini menjadi angin segar mengingat performa penerimaan kepabeanan sempat terpuruk dalam tiga bulan pertama tahun ini akibat kontraksi beruntun, masing-masing sebesar 14 persen pada Januari, 14,7 persen pada Februari, dan 12,6 persen pada Maret.
Purbaya memaparkan bahwa indikator keseriusan pegawai DJBC di lapangan juga dibuktikan lewat masifnya angka penindakan hukum terhadap komoditas selundupan dan ilegal di berbagai wilayah perbatasan sepanjang kuartal pertama.
Khusus untuk klaster penindakan rokok ilegal, Bea Cukai tercatat berhasil menyita hingga 684 juta batang rokok per April 2026, atau melonjak tajam sebesar 125,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Sementara itu, untuk penindakan penyelundupan narkotika, otoritas kepabeanan berhasil melakukan intersep sebanyak 522 kali atau tumbuh 10,8 persen yoy.
Ke depan, Kemenkeu berkomitmen akan mengintegrasikan sistem pengawasan pelabuhan dan bandara dengan teknologi mutakhir modern guna meminimalkan celah pungutan liar dan mengoptimalkan pengamanan penerimaan negara.
Purbaya pun memberikan peringatan keras agar momentum perbaikan disiplin ini terus dipertahankan oleh seluruh pegawai.
"Jadi nanti ke depan teknologi akan diterapkan di sana, saya pikir ini akan lebih bagus lagi. Jadi teman-teman di Bea Cukai terus kerja seperti itu ya, kalau enggak kita pindahin, kita rumahkan," tegas Purbaya.
(Taufik Fajar)