Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya soal Rp2 Triliun per Hari demi Rupiah

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 19 Mei 2026 |15:11 WIB
Purbaya soal Rp2 Triliun per Hari demi Rupiah
Purbaya soal Rp2 Triliun per Hari demi Rupiah (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai nilai tukar Rupiah masih berada dalam level yang wajar dan belum memasuki fase kritis. Saat ini nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS di level Rp17.700 per dolar AS.

Atas dasar itu, pemerintah sejauh ini masih mengandalkan instrumen manajemen kas (cash management) APBN untuk mengontrol sentimen pasar surat utang, tanpa perlu mengaktifkan seluruh kekuatan penuh cadangan fiskal.

Purbaya menjelaskan, skema komprehensif Bond Stabilization Fund (BSF) yang melibatkan koordinasi dengan Badan Layanan Umum (BLU) serta perusahaan di bawah naungan Kemenkeu baru akan diterjunkan apabila situasi pasar modal dinilai sudah sangat darurat.

"Ini baru cash management. Kalau framework nanti saya panggil SMV (special mission vehicle/BLU) dan lain-lain untuk ikut. Tapi sekarang belum separah itu, keadaannya masih relatif lumayan lah," kata Purbaya usai sidang debottlenecking, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Sebagai bukti kondisi pasar yang masih kondusif, Purbaya membeberkan data realisasi intervensi pemerintah.

Dari pagu anggaran stabilitas harian sebesar Rp2 triliun yang dialokasikan untuk menyerap Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, nilai yang benar-benar terserap pada hari sebelumnya ternyata baru menyentuh angka Rp600 miliar.

Rendahnya angka realisasi buyback (pembelian kembali) tersebut mengindikasikan bahwa gelombang aksi jual oleh investor global tidak semasif yang dikhawatirkan publik.

"Kemarin aja saya sudah targetkan Rp2 triliun, hanya dapat Rp600 miliar. Artinya yang jual juga sedikit sebetulnya. Jadi kita memastikan harga bond tetap terkendali," urai Purbaya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement