Pinjaman online maupun layanan BNPL pada dasarnya merupakan instrumen keuangan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Namun di tengah kemudahan akses kredit digital dan gaya hidup serba instan, generasi muda dinilai semakin rentan terjebak dalam perilaku konsumtif yang dapat memengaruhi stabilitas finansial mereka di masa depan.
Sementara itu, data OJK menunjukkan rasio kredit bermasalah pinjol (TWP90) per Maret 2026 mencapai 4,52%. Kondisi ini mencerminkan bahwa pengelolaan keuangan dan penggunaan utang konsumtif masih menjadi tantangan di tengah meningkatnya akses layanan keuangan digital.
Pada saat yang sama, riwayat pinjaman dan kedisiplinan pembayaran juga menjadi bagian penting dalam rekam jejak finansial seseorang, yang dapat memengaruhi akses keuangan di masa depan, mulai dari pengajuan KPR, kredit kendaraan, hingga pembiayaan usaha.
“Banyak generasi muda belum menyadari bahwa riwayat finansial hari ini dapat berdampak pada akses keuangan mereka di masa depan. Karena itu, penting untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, tidak hanya dalam mengelola konsumsi, tetapi juga dalam berinvestasi dan membangun aset secara konsisten,” lanjut Aloysia.
Pihaknya pun menyediakan fitur Investasi Rutin yang memungkinkan pengguna melakukan investasi otomatis secara terjadwal. Selain juga terus memperkuat edukasi bagi pengguna pemula melalui berbagai kanal guna membantu masyarakat memahami risiko, prinsip dasar investasi, serta pentingnya membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat di era digital.
(Taufik Fajar)