JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis dengan masa depan pasar modal domestik yang saat ini tengah mengalami koreksi. Purbaya meyakini IHSG sangat berpotensi untuk kembali mendaki dan menembus level psikologis 8.000.
Hal tersebut disampaikan Purbaya untuk merespons kekhawatiran pelaku pasar modal setelah laju IHSG dilaporkan tertekan hingga keluar dari zona aman dan terjerembap ke kisaran level 5.900. Menurut Purbaya, pergerakan instrumen saham pada akhirnya akan selalu kembali berkiblat pada kinerja keuangan riil emiten serta ketangguhan makroekonomi nasional.
“Bisa. Karena gini, pada akhirnya pergerakan harga saham itu tergantung kepada fundamental perusahaannya sendiri kan. Itu akan dimulai oleh fundamental perekonomian. Kalau ekonominya bagus, profitability juga meningkat. Jadi harusnya sih, nggak mungkin kalau perusahaannya untung, sahamnya jatuh. Berarti undervalued, beli aja pasti untungnya,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Jumat (22/5/2026).
Adapun Purbaya meminta para investor publik maupun institusi untuk tidak panik menghadapi fluktuasi jangka pendek di lantai bursa.
Ia memastikan bahwa lini kebijakan fiskal pemerintah akan terus digulirkan secara agresif guna mempercepat pemulihan dan memperkuat daya saing sektor riil serta korporasi di dalam negeri.
Peningkatan kecepatan stimulus ekonomi ini diyakini akan secara instan memicu pembalikan arah (rebound) indeks bursa saham dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“Jadi nggak usah takut, kalau main pasar saham, kita akan perbaiki terus ekonominya ke depan. Dan makin cepat, makin cepat, makin cepat lagi. Jadi tinggal tunggu waktu saja sampai, nggak lama kalau nggak salah, IHSG akan rebound lagi,” jelas Purbaya.