JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan anggaran Rp842,48 miliar untuk membenahi 1.638 perlintasan sebidang yang tersebar di berbagai wilayah.
Hal ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk menutup perlintasan sebidang untuk peningkatan keamanan jalur kereta api.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, anggaran tersebut terdiri dari kebutuhan petugas penjaga perlintasan sebesar Rp603,9 miliar, untuk pembangunan pos jaga sebesar Rp158,1 miliar dan fasilitas pendukung mekanikal dan elektrikal sebesar Rp60,9 miliar.
"Kementerian Perhubungan memandang bahwa keselamatan perkeretaapian harus terus diperkuat melalui evaluasi menyeluruh," ujar Menhub dalam Raker Bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).
Dia mengatakan, evaluasi menyeluruh tersebut mencakup aspek operasional, kondisi prasarana, kelaikan sarana, sistem persinyalan, prosedur darurat, kompetensi SDM, manajemen risiko, pengawasan perlintasan sebidang, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan di luar sektor perkeretaapian.
Menhub mengatakan, saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, terdiri dari 2.771 perlintasan terdaftar dan 903 perlintasan tidak terdaftar. Berdasarkan evaluasi, terdapat 172 perlintasan yang direkomendasikan untuk ditutup karena lebar jalan kurang dari 2 meter.
Sementara, sebanyak 1.638 lokasi prioritas perlu dilakukan peningkatan keselamatan. Peningkatan tersebut meliputi penyediaan petugas penjaga, bangunan pos jaga, fasilitas pendukung, alat komunikasi serta perlengkapan keselamatan lainnya.
"Kami menyatakan, tidak ada kompromi untuk keselamatan transportasi. Setiap kejadian harus menjadi pelajaran, dan ditindaklanjuti dengan perbaikan sistem. Kami akan memastikan seluruh rekomendasi keselamatan yang nanti diterbitkan, akan ditindaklanjuti secara serius, terukur dan dapat dipantau pelaksanaannya," tegas Menhub.