Dia menjelaskan, sistem kelistrikan sendiri terbagi dalam beberapa jenis pembangkit, yang mana masing-masing pemulihannya membutuhkan waktu berbeda ketika terjadi gangguan. Pembangkit listrik tenaga air punya dalam pulih yang lebih cepat, sama seperti sistem gas.
Namun untuk pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan bakar batubara, memang memerlukan waktu yang lebih panjang untuk bisa segera pulih. Sebab batu bara harus memanaskan air terlebih dahulu hingga mencapai titik didih tertentu sebelum mendapatkan uap untuk menjalankan turbin.
"Pembangkit-pembangkit yang bisa kami nyalakan dengan cepat, terutama pembangkit hidro dan pembangkit gas, dari tadi malam langsung satu persatu secara sistematis kita nyalakan," ujar Darmawan.
"Sehingga kita melihat sebagian sistem di Sumatera bagian selatan, Sumatera bagian tengah, Sumatera bagian utara, baik Sumatera Utara maupun Aceh, mulai dari tadinya padam total, mulai muncul titik-titik di mana listrik sudah mulai menyala," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)