Mengapa NJOP PBB-P2 Berubah? Ini Penjelasan Bapenda DKI

Agustina Wulandari , Jurnalis
Rabu 27 Mei 2026 08:14 WIB
Ilustrasi bangunan di Jakarta. (Foto: dok Freepik/chuttersnap)
Share :

“Salah satu faktor utama yang mempengaruhi NJOP adalah perkembangan harga pasar tanah dan bangunan. Ketika harga properti di suatu wilayah meningkat, NJOP dapat disesuaikan agar tetap relevan dengan nilai pasar yang berlaku,” ucap Morris.

Selain itu, lanjutnya, pembangunan infrastruktur juga memiliki pengaruh besar terhadap nilai suatu kawasan. Kehadiran jalan baru, akses transportasi publik, fasilitas umum, pusat kegiatan ekonomi, hingga kawasan komersial dapat membuat sebuah lokasi menjadi lebih strategis dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Penataan wilayah dan perubahan fungsi kawasan juga dapat menjadi faktor penentu. Misalnya, suatu kawasan yang sebelumnya didominasi permukiman kemudian berkembang menjadi kawasan usaha atau komersial. Perubahan karakter wilayah tersebut dapat mendorong peningkatan nilai tanah dan bangunan di sekitarnya,” tuturnya.

Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta melakukan evaluasi dan pemutakhiran data objek PBB-P2 secara berkala. Proses ini dilakukan untuk menjaga akurasi data, memastikan penetapan pajak yang lebih objektif, serta mendukung prinsip keadilan bagi seluruh wajib pajak.

Dengan memahami faktor-faktor tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat perubahan NJOP secara lebih proporsional. Perubahan NJOP bukan sekadar kenaikan angka, melainkan bagian dari proses penyesuaian nilai objek pajak berdasarkan perkembangan kawasan dan kondisi riil di lapangan.

Pemahaman ini juga penting agar wajib pajak dapat lebih bijak dalam menyikapi kewajiban PBB-P2. Sebab, pajak daerah yang dibayarkan masyarakat berperan dalam mendukung pembangunan dan peningkatan layanan publik di Jakarta.

Jangan Tunda, Manfaatkan Diskon untuk Pembayaran PBB-P2 Sekarang Juga!

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya