“Mekaar memberikan modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. Pokoknya jauhi rentenir dan gabung PNM Mekaar. Sudah banyak keuntungan yang saya dapat dari Mekaar,” ucapnya.
Hal serupa dirasakan Selly, nasabah PNM Mekaar lainnya dari Depok yang menjalankan usaha salon dan parfum. Ia menyebut PNM Mekaar membantunya mengembangkan usaha melalui pembiayaan dan pelatihan. Baginya, akses pembiayaan yang disertai pendampingan memberi rasa lebih aman karena nasabah tidak hanya menerima modal, tetapi juga diarahkan untuk menata usaha secara bertahap.
Selly juga merasakan manfaat yang lebih luas bagi keluarganya, mulai dari mencukupi kebutuhan rumah tangga, menyekolahkan anak, hingga ikut melakukan kegiatan sosial di lingkungannya.
“Jangan terjebak rentenir. Kalau saya tidak mau rentenir, lebih baik ikut PNM Mekaar yang sudah terbukti meningkatkan kemajuan usaha saya dan membuat keluarga semakin sejahtera,” katanya.
Pandangan tersebut sejalan dengan pendapat Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman, Imam Widhiono yang menilai bahwa salah satu cara paling efektif untuk menjauhkan masyarakat dari praktik rentenir adalah meningkatkan pendapatan mereka. Menurutnya, pembiayaan dan pendampingan menjadi langkah yang tepat agar masyarakat tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu menumbuhkan usaha secara lebih sehat.