PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

Anindita Trinoviana, Jurnalis
Sabtu 06 Juni 2026 19:56 WIB
PNM masuki fase baru transformasi organisasi seiring dengan penyesuaian struktur dan penguatan kepemimpinan di berbagai lini perusahaan. (Foto: dok PNM)
Share :

Pernyataan tersebut mencerminkan arah transformasi yang tengah dibangun PNM. Sebagai perusahaan yang melayani perempuan prasejahtera melalui program pembiayaan dan pemberdayaan, PNM menghadapi tantangan yang berbeda dengan lembaga keuangan pada umumnya. Pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan misi sosial untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

Karena itu, transformasi yang dilakukan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian target bisnis, tetapi juga pada penguatan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebermanfaatan. Kindaris menambahkan, kepemimpinan di PNM harus mampu menjaga keseimbangan antara profesionalisme korporasi dan empati terhadap masyarakat yang dilayani.

"Kita bekerja dengan hati. Kita hadir untuk memberdayakan. Kita tumbuh bersama jutaan perempuan prasejahtera yang setiap harinya berjuang untuk keluarganya. Oleh karena itu, setiap keputusan yang kita ambil sebagai pemimpin harus selalu berpijak pada empati, keteladanan, dan keberpihakan pada kemajuan bersama," katanya.

Penguatan organisasi ini juga datang pada momentum penting setelah perubahan status perusahaan menjadi Persero. Perubahan tersebut membawa konsekuensi baru bagi PNM untuk semakin adaptif, agile, dan mampu menjawab ekspektasi pemegang saham sekaligus menjaga mandat pemberdayaan yang selama ini menjadi identitas perusahaan.

Kindaris optimistis bahwa modal terbesar PNM tetap terletak pada budaya gotong royong dan kolaborasi yang telah tumbuh selama lebih dari dua dekade. Menurutnya, setiap proses perubahan akan menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan organisasi yang lebih kuat dan berdampak.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya