Selain memberikan dividen yang lebih tinggi, Elnusa juga mengalokasikan Rp395 miliar atau 55% laba bersih sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi usaha, penguatan struktur permodalan, serta pengembangan teknologi dan kapabilitas operasional.
Langkah ini memperlihatkan strategi dalam menjaga keseimbangan antara optimalisasi return bagi pemegang saham dan penciptaan nilai jangka panjang.
Dalam beberapa tahun terakhir, Elnusa memperkuat daya saing melalui investasi pada teknologi, modernisasi peralatan, digitalisasi proses bisnis, serta pengembangan solusi energi bernilai tambah tinggi.
Elnusa juga terus memperkuat posisinya di pasar internasional melalui pelaksanaan proyek survei seismik maritim di Thailand serta pengembangan pasar di kawasan Afrika Utara. Langkah ini membuka peluang pertumbuhan baru sekaligus memperluas basis pendapatan Perseroan di luar pasar domestik.
Selain menyetujui penggunaan laba bersih, RUPST juga menyetujui seluruh mata acara rapat lainnya, termasuk pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan Tahun Buku 2025, penunjukan auditor eksternal untuk Tahun Buku 2026, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, perubahan Anggaran Dasar Perseroan serta perubahan susunan pengurus.
(Dani Jumadil Akhir)