Yuliot mengatakan impor minyak dari Rusia tidak seluruhnya diserap oleh PT Pertamina (Persero), tetapi juga oleh Badan Layanan Umum (BLU) Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas yang akan melakukan transaksi.
Sebab, nantinya para pelaku industri dapat langsung membeli minyak tersebut untuk kebutuhan aktivitas pertambangan hingga pabrik petrokimia, sebagai bahan baku utama untuk memproduksi plastik, karet sintetis, serat pakaian, pupuk, dan deterjen.
"Ini kan juga ada industri, kemudian ada kegiatan tambang juga, jadi kita bisa distribusikan untuk bahan baku petrokimia, yang juga diperlukan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/4).
(Feby Novalius)