JAKARTA - Cara mengatur keuangan saat libur sekolah dan tahun ajaran baru. Pertengahan tahun menjadi periode yang cukup menantang bagi banyak keluarga di Indonesia. Di satu sisi, musim liburan sekolah mendorong peningkatan pengeluaran untuk rekreasi, perjalanan, atau aktivitas keluarga.
Di sisi lain, orang tua juga harus bersiap menghadapi tahun ajaran baru yang identik dengan biaya pendidikan, mulai dari uang pangkal, seragam, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan penunjang belajar lainnya.
Situasi ini terjadi di tengah kondisi ekonomi yang masih membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami berbagai opsi pembiayaan yang tersedia, termasuk memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak apabila dibutuhkan.
Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah hanya memperhatikan besaran bunga pinjaman tanpa melihat komponen biaya lainnya. Padahal, biaya administrasi maupun biaya tambahan lain dapat memengaruhi total kewajiban pembayaran yang harus ditanggung di kemudian hari.
Meningkatnya literasi keuangan masyarakat mendorong kebutuhan akan layanan pembiayaan yang lebih transparan. Pengguna kini tidak hanya mencari proses yang cepat, tetapi juga informasi yang jelas mengenai total biaya pinjaman yang harus dibayarkan sejak awal.
Direktur Utama PT Lentera Dana Nusantara Jonathan Christianto menilai transparansi menjadi salah satu aspek penting dalam membantu masyarakat mengambil keputusan finansial secara lebih matang.
“Kami memahami bahwa seiring meningkatnya inklusi dan literasi finansial di Indonesia, transparansi biaya menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat dalam memilih layanan pinjaman daring," katanya di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
"Pengguna perlu memahami komponen biaya, tenor, hingga rincian pembayaran agar dapat menyesuaikan keputusan finansial dengan kemampuan mereka,” sambungnya.
Sebagai contoh layanan yang mengedepankan transparansi, SPinjam mengusung kampanye 'Jelas Tanpa Jebakan' dengan menawarkan informasi biaya yang ditampilkan secara terbuka kepada pengguna.
Untuk pinjaman pertama, layanan ini menawarkan bunga tetap mulai 1,8 persen per bulan atau setara 0,06 persen per hari serta bebas biaya administrasi.
Melalui skema tersebut, pengguna dapat mengetahui estimasi cicilan yang harus dibayarkan sejak awal. Sebagai ilustrasi, pinjaman sebesar Rp1,5 juta dengan tenor tiga bulan memiliki cicilan sekitar Rp527 ribu per bulan.
Sementara untuk tenor enam bulan, cicilan sekitar Rp277 ribu per bulan. Simulasi ini dapat membantu pengguna menyesuaikan kebutuhan pinjaman dengan kondisi keuangan mereka.
Bagi masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, perlengkapan sekolah, maupun kebutuhan mendesak lainnya, proses pengajuan pinjaman kini dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi. Pada layanan SPinjam, pengguna dapat mengakses fitur tersebut melalui aplikasi Shopee atau ShopeePay.
Proses aktivasi dimulai dengan memilih menu SPinjam dan mengklik opsi 'Aktivasi Gratis'. Selanjutnya pengguna diminta mengunggah KTP aktif, melengkapi data diri, serta melakukan verifikasi wajah. Setelah itu, pengguna akan menerima kode verifikasi (OTP) yang harus dimasukkan untuk melanjutkan proses pengajuan.
Penyedia layanan kemudian akan melakukan peninjauan terhadap data yang diajukan. Berdasarkan informasi perusahaan, proses verifikasi rata-rata dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima menit, meski durasi tersebut dapat berbeda tergantung profil kredit masing-masing pengguna. Jika pengajuan disetujui, limit pinjaman akan muncul pada halaman SPinjam dan dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Meski prosesnya semakin mudah dan cepat, masyarakat tetap diimbau untuk mengajukan pinjaman secara bijak, mempertimbangkan kemampuan pembayaran, serta memastikan seluruh rincian biaya dan kewajiban pembayaran telah dipahami sebelum melakukan pencairan dana.
Di tengah kebutuhan yang meningkat selama musim liburan dan menjelang tahun ajaran baru, pengelolaan keuangan yang disiplin tetap menjadi kunci utama.
(Dani Jumadil Akhir)