JAKARTA - Masyarakat dapat mengecek pemadaman listrik PLN yang terjadi di sebagian wilayah Pulau Jawa. Salah satu cara untuk mengecek jadwal pemadaman listrik melalui aplikasi PLN Mobile. Pengguna dapat memilih menu 'Pengaduan' di halaman utama.
Selanjutnya, fitur 'Cek Padam Sekitar Saya' akan menampilkan peta kondisi kelistrikan di sekitar lokasi, termasuk wilayah yang sedang mengalami gangguan atau pemadaman.
Selain PLN Mobile, informasi pemadaman listrik juga dapat diakses melalui situs web resmi PLN. Pelanggan bisa mengunjungi www.pln.co.id atau portal layanan pelanggan di layanan.pln.co.id, lalu mencari menu informasi gangguan atau pemadaman.
Di beberapa wilayah, seperti Jawa Timur, situs web regional mungkin menyediakan menu 'Info Pemeliharaan' untuk jadwal pemadaman terencana maupun tidak terencana.
PLN juga aktif memberikan informasi dan menerima pengaduan melalui akun media sosial resminya. Pelanggan dapat berinteraksi melalui Instagram (@pln123_official), X (sebelumnya Twitter) (@pln_123), atau Facebook (PLN 123).
Sementara itu, PT PLN (Persero) terus mempercepat langkah-langkah pengamanan keandalan sistem kelistrikan, khususnya di Pulau Jawa, melalui percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan operasional serta akselerasi penguatan rantai pasok energi primer untuk mendukung operasional pembangkit secara optimal.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa PLN bersama mitra pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) terus melakukan berbagai upaya teknis guna mempercepat pemulihan dua unit pembangkit besar yang saat ini mengalami kendala operasional.
“Kami mengerahkan seluruh sumber daya terbaik PLN bersama mitra IPP agar proses perbaikan dapat berjalan cepat dan lancar, sehingga pembangkit dapat segera kembali beroperasi dan memperkuat pasokan listrik di sistem Jawa,” ujar Darmawan dalam konferensi pers, Jumat 19 Juni 2026.
Di sisi lain, PLN juga melakukan percepatan proses komersial dan logistik untuk memperkuat pasokan energi primer, khususnya batu bara kalori menengah atau Medium Rank Coal (MRC) yang digunakan oleh sejumlah pembangkit strategis.
PLN mengapresiasi dukungan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang selama ini sudah memfasilitasi penugasan kepada sejumlah perusahaan pemasok batu bara sehingga kebutuhan pembangkit dapat dipenuhi secara lebih cepat dan terkoordinasi.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah, khususnya Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, serta Direktur Jenderal Minerba yang telah memfasilitasi koordinasi antara PLN, pemasok batu bara, dan pelaku usaha ketenagalistrikan sehingga proses penguatan pasokan energi primer dapat berjalan lebih cepat,” kata Darmawan.
Saat ini PLN tengah mempercepat penyelesaian proses kontrak dan pengaturan logistik dengan perusahaan-perusahaan yang telah memperoleh penugasan Pemerintah. Langkah ini dilakukan agar pasokan batu bara yang telah tersedia dapat segera masuk ke rantai pasok pembangkit dan mendukung peningkatan keandalan sistem kelistrikan.
“Kami juga mengapresiasi para pemasok batu bara yang sudah mendapatkan penugasan Pemerintah dan bekerja sama dengan PLN maupun mitra pembangkit. Bersama-sama kami mempercepat penyelesaian aspek kontraktual dan logistik agar pasokan dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh pembangkit,” lanjut Darmawan.
Pasokan batu bara terus berjalan untuk pembangkit di sistem Jawa dan ini tentu akan semakin memperkuat kesiapan operasional pembangkit serta mendukung peningkatan cadangan daya sistem.
PLN sebagai badan usaha yang bertanggungjawab terhadap penyediaan listrik bagi masyarakat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak yang ditimbulkan, termasuk adanya manajemen beban yang dilakukan di beberapa wilayah.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak. PLN bersama seluruh mitra terus bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan dan memastikan keandalan pasokan listrik dapat segera kembali optimal,” tutup Darmawan.
(Dani Jumadil Akhir)