JAKARTA - 5 profesi bergaji tinggi di AS tanpa perlu gelar sarjana. Gelar sarjana dengan pendidikan empat tahun bukan lagi satu-satunya jalan untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar.
Biaya pendidikan tinggi di Amerika Serikat terus meroket, meningkat dua kali lipat sejak tahun 2000.
Berdasarkan data dari Education Data Initiative, rata-rata biaya kuliah empat tahun kini mencapai komitmen finansial sebesar USD153.000 (sekitar Rp2,5 miliar).
Para pakar menyatakan saat ini tersedia banyak lapangan kerja yang menawarkan gaji per tahun USD100.000 (sekitar Rp1,6 miliar) atau lebih tanpa memerlukan gelar sarjana formal.
Teknisi listrik menjadi salah satu profesi yang paling dicari.
Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS), pekerjaan ini diproyeksikan tumbuh 9 persen hingga tahun 2034, jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata pekerjaan lain.
Potensi Gaji: Anggota serikat pekerja di kota-kota besar seperti San Francisco dapat mengantongi hingga USD182.500 per tahun.
Jalur Karier: Memerlukan masa magang (apprenticeship) selama kurang lebih lima tahun untuk membangun reputasi dan keahlian teknis.
Profesi ini merupakan salah satu pekerjaan teknis dengan bayaran tertinggi.
Tugas utamanya meliputi pemasangan, pemeliharaan, dan perbaikan lift, eskalator, hingga jalur pejalan kaki bergerak.
Gaji Median: USD106.580 per tahun.
Lokasi Gaji Tertinggi: San Francisco (USD174.960), Boston (USD154.520), dan Honolulu (USD153.860).
Syarat: Pelatihan intensif melalui program magang selama dua hingga lima tahun.
Berbeda dengan pekerjaan teknis, bidang ini sangat bergantung pada performa individu.
Karier biasanya dimulai dari posisi Sales Development Representative hingga mencapai puncak sebagai Account Executive.
Psikolog tempat kerja, Tishayla Williams, menekankan bahwa dalam bidang ini, hasil yang terdokumentasi--seperti pendapatan yang dihasilkan atau proyek yang dipimpin--menjadi alat negosiasi yang jauh lebih kuat daripada selembar ijazah.
Rata-rata Gaji: USD99.069 (termasuk bonus).
Proyeksi: Setelah lima tahun pengalaman, rata-rata gaji dapat meningkat menjadi USD112.528.
Menerbangkan pesawat untuk keperluan komersial seperti penumpang atau kargo.
Kisaran Gaji: USD100.000 – USD130.000 (sekitar Rp1,6 - Rp2,1 miliar) per tahun.
Kualifikasi: Tidak memerlukan gelar sarjana, namun diwajibkan mengantongi berbagai lisensi komersial (seperti Commercial Pilot License dan Instrument Rating) dari FAA serta memiliki jumlah jam terbang tertentu.
Berperan krusial dalam mengawasi kebutuhan jaringan dan teknologi informasi (TI) sebuah perusahaan.
Kisaran Gaji: USD96.000 – USD115.000 (sekitar Rp1,6 - Rp1,9 miliar) per tahun.
Kualifikasi: Jenjang karier ini biasanya menuntut sertifikasi TI terapan (seperti Cisco atau AWS), portofolio yang kuat, dan pengalaman kerja lapangan, bukan ijazah S1.
(Taufik Fajar)