JAKARTA - 5 konglomerat batu bara di Indonesia, siapa saja? Dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2026, terdapat miliarder yang mempunyai bisnis pertambangan batu bara.
Dari bisnis tambang batu bara, mereka mendapatkan kekayaan yang luar biasa, sehingga menjadi orang terkaya di Indonesia.
Di Indonesia, sektor pertambangan dianggap sebagai bisnis yang menggiurkan karena hasil produksinya memberikan keuntungan yang signifikan. Bisnis pertambangan juga memberikan manfaat seperti penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan taraf hidup masyarakat, serta kontribusi terhadap pendapatan negara.
Lalu siapa saja orang terkaya di Indonesia yang mempunyai bisnis tambang batu bara? Berikut ini Okezone rangkum daftar orang terkaya di Indonesia seperti dilansir Forbes, Jakarta, Selasa (23/6/2026):
Low Tuck Kwong merupakan pendiri Bayan Resource, sebuah perusahaan tambang batu bara di Indonesia. Lahir di Singapura pada April 1948, ia dikenal sebagai 'raja' batu bara. Kekayaannya mencapai USD17 miliar atau setara Rp303,6 triliun (kurs Rp17.861 per USD). Demikian dilansir Forbes real time billionaires 2026.
Low Tuck Kwong juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan Singapura Metis Energy dan memiliki saham di The Farrer Park Company dan Samindo Resources.
Dengan kekayaan sebanyak ini, Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2026.
Prajogo Pangestu memiliki bisnis batu bara melalui perusahaannya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Seperti dilansir Forbes real time billionaires 2026, Prajogo Pangestu mempunyai harta kekayaan USD16,1 miliar atau setara Rp287,5 triliun.
Anthoni Salim melebarkan sayap bisnisnya ke sektor batu bara melalui investasi di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Melalui perusahaan afiliasinya, dia masuk sebagai investor utama dan menguasai kepemilikan saham yang signifikan di emiten batu bara terbesar tersebut.
Seperti dilansir Forbes real time billionaires 2026, harta kekayaan Anthoni Salim mencapai USD10,4 miliar atau setara Rp185,7 triliun.
Dewi Kam memiliki kekayaan senilai USD3,1 miliar atau setara Rp55,3triliun. Demikian dilansir Forbes real time billionaires 2026.
Kekayaannya sebagian besar dihasilkan dari kepemilikan minoritas di Bayan Resources di mana sahamnya naik tiga kali lipat pada 2022.
Dia juga memiliki partisipasi dalam pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik.
Konglomerat batu bara lainnya adalah Eddy Sugianto. Dia memiliki kekayaan USD1,1 miliar atau setara Rp19,6 triliun. Demikian dilansir Forbes real time billionaires 2026.
Dia adalah pendiri grup tambang batu bara Mandiri dan Presiden Komisari Prima Andalan Mandiri.
(Dani Jumadil Akhir)