Oleh sebab itu, Bahlil mengaku saat ini pihaknya tengah menghitung ulang harga gas industri yang tidak memberatkan para pelaku usaha meski kapasitas produksi sedang berkurang. Namun ia memastikan stok untuk pemenuhan tidak ada persoalan.
"Nah itu yang kita lagi mencari untuk menengahi, agar jangan juga industrinya diberikan beban harga yang tinggi. Aku kan udah rapat sama mereka, sama asosiasi. Sekarang saya lagi rapat teknis dengan Pertamina untuk mencari angka yang ideal agar industri kita tetap bisa bertahan," pungkasnya.
(Taufik Fajar)