AHY juga menyoroti kompleksitas faktor eksternal yang memengaruhi industri penerbangan, termasuk dinamika geopolitik global dan fluktuasi harga minyak yang menyumbang 40% biaya operasional maskapai.
Pemerintah telah menyiapkan skenario mitigasi untuk merespons ketidakpastian tersebut, termasuk menjaga stabilitas harga energi yang krusial bagi keberlangsungan industri penerbangan.
"Kita harus tetap membumi pada realitas dunia hari ini, di mana dinamika ekonomi global berpengaruh sedikit banyak pada industri penerbangan termasuk harga bahan bakar," jelas AHY.
Meski menghadapi tantangan pertumbuhan penumpang global yang diproyeksikan melambat, pemerintah tetap berupaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional melalui konektivitas udara.
AHY menekankan soal setiap kebijakan yang diambil harus bermuara pada pemerataan ekonomi dan peningkatan standar layanan bagi seluruh pengguna jasa bandara.
"Sekali lagi competitiveness itu adalah ukuran dari prestasi kualitas layanan bandara, dan kita harus memastikan sektor kebandarudaraan menjadi pengungkit konektivitas nasional," ucap AHY.
(Dani Jumadil Akhir)