Biodiesel B50 Mulai Berlaku 1 Juli, Bagaimana Harga Solar?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Jum'at 26 Juni 2026 13:47 WIB
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman soal implementasi biodiesel B50. (Foto :Okezone.com/IMG)
Share :

"Penerapannya secara nasional. Tentu ada masa jeda untuk penyesuaian. Sisa-sisa B40 dihabiskan dulu, diberi waktu sampai tiga bulan hingga menjadi 100 persen pemenuhan ke B50," ujar Laode.

Masa transisi tersebut berlaku bagi seluruh pengguna, baik konsumen umum maupun sektor industri. Dengan demikian, distribusi B50 akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh pasokan solar biodiesel di Indonesia beralih ke campuran baru tersebut.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan implementasi B50 diproyeksikan dapat menghentikan impor solar yang sebelumnya dilakukan. Sebab, kebutuhan dapat dipenuhi dari dalam negeri melalui campuran bahan bakar nabati seperti CPO (crude palm oil).

"Ternyata sampai dengan B50 yang besok Juli akan kita resmikan itu menyelamatkan wajah Indonesia dari ketergantungan impor solar kita, mulai tahun ini kita tidak lagi impor solar," lanjutnya.

Bahlil memaparkan konsumsi solar nasional meningkat dari 33,49 juta kiloliter pada 2020 menjadi 40,2 juta kiloliter pada 2026. Kebutuhan tersebut dipenuhi dari kombinasi produksi kilang domestik, impor, dan biodiesel berbasis fatty acid methyl ester (FAME). Porsi FAME terus meningkat dari 8,4 juta kiloliter pada 2020 menjadi 20,1 juta kiloliter pada 2026.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya