Peluncuran Panda Bond Diundur ke Akhir Juli 2026

Feby Novalius, Jurnalis
Minggu 28 Juni 2026 08:01 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Soal Penerbitan Panda Bond. (Foto :Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA - Pemerintah memutuskan menunda peluncuran perdana obligasi Panda Bond dari yang semula dijadwalkan pada awal Juli menjadi akhir Juli 2026. Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan seiring dengan rencana penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT) atau transaksi mata uang lokal dalam penerbitan surat utang tersebut.

Penundaan dilakukan setelah sejumlah korporasi dan pengelola dana kuantitatif di Tiongkok meminta tambahan waktu untuk menyelesaikan proses pengajuan proposal investasi di internal masing-masing.

"Beberapa fund manager besar atau bank-bank besar di sana terlambat mengetahui penerbitan ini, sehingga mereka minta kita undur sedikit supaya punya waktu mengajukan proposal ke investment committee mereka," jelas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pemerintah menilai tingginya minat investor di pasar keuangan China menjadi peluang untuk meningkatkan penyerapan dana melalui penerbitan Panda Bond. Sejumlah institusi keuangan milik pemerintah Tiongkok, seperti Agricultural Bank of China serta China Exim Bank, juga telah menyatakan ketertarikannya untuk berpartisipasi.

"Saya pikir sudah bagus. Berarti minatnya besar. Jadi saya tunda sampai akhir Juli supaya yang beli makin banyak. Kalau besar nanti saya bisa serap sebanyak mungkin sesuai rencana atau bahkan lebih besar," imbuh Purbaya.

Selain penyesuaian jadwal, pemerintah juga akan memanfaatkan skema Local Currency Transaction (LCT) dalam penerbitan surat utang berdenominasi renminbi (RMB) tersebut. Menurut Purbaya, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan pemerintah yang selama ini masih didominasi obligasi berdenominasi dolar AS.

"Ini langkah yang kelihatannya sederhana, tapi strategis. Karena kita diversifikasi sumber pendanaan, tidak hanya dari obligasi berdenominasi dolar, tetapi juga renminbi," kata Purbaya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya