Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Tunda Peluncuran Panda Bond ke Akhir Juli 2026 Lewat Skema LCT

Anggie Ariesta , Jurnalis-Sabtu, 27 Juni 2026 |12:41 WIB
Purbaya Tunda Peluncuran Panda Bond ke Akhir Juli 2026 Lewat Skema LCT
Menkeu Purbaya Tunda Peluncuran Panda Bond ke Akhir Juli 2026. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah akan memanfaatkan skema Local Currency Transaction (LCT) atau transaksi mata uang lokal dalam peluncuran obligasi Panda Bond yang dijadwalkan meluncur pada akhir Juli 2026. Keputusan pemanfaatan jalur LCT berjalan paralel dengan penyesuaian linimasa peluncuran perdana Panda Bond yang diundur dari awal Juli menjadi akhir Juli.
Penundaan taktis tersebut diambil setelah sejumlah korporasi dan pengelola dana kuantitatif di Tiongkok mengajukan dispensasi waktu demi merampungkan pengajuan proposal investasi di internal mereka.

"Beberapa fund manager besar atau bank-bank besar di sana terlambat mengetahui penerbitan ini, sehingga mereka minta kita undur sedikit supaya punya waktu mengajukan proposal ke investment committee mereka," jelas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam media briefing di kantornya, Jumat (26/6/2026).

Tingginya antusiasme pemodal asing di bursa China dipandang pemerintah sebagai peluang emas untuk memaksimalkan volume penyerapan likuiditas masuk ke dalam kas negara. Sejumlah institusi keuangan pelat merah Tiongkok, seperti Agricultural Bank of China serta China Exim Bank, telah mengonfirmasi ketertarikan mereka untuk ikut berpartisipasi dalam aksi korporasi ini.

"Saya pikir sudah bagus. Berarti minatnya besar. Jadi saya tunda sampai akhir Juli supaya yang beli makin banyak. Kalau besar nanti saya bisa serap sebanyak mungkin sesuai rencana atau bahkan lebih besar," imbuh Purbaya.

Purbaya menggarisbawahi bahwa penerbitan surat utang berdenominasi renminbi (RMB) ini mengemban misi makro jangka panjang yang sangat strategis bagi ketahanan ekonomi nasional, yakni memecah konsentrasi ketergantungan pembiayaan yang selama ini didominasi oleh mata uang dolar AS.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement