Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan bahan bakar B50 akan mulai diimplementasikan pada 1 Juli 2026. ESDM memastikan peningkatan kandungan FAME dari sebelumnya 40 persen menjadi 50 persen tidak mengubah harga jual biodiesel yang selama ini berlaku.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaiman, mengatakan perbedaan utama antara B40 dan B50 hanya terletak pada peningkatan komposisi FAME menjadi 50 persen. Sementara itu, skema penetapan harga belum mengalami perubahan.
Meski peluncuran BBM jenis baru B50 ini direncanakan pada 1 Juli 2026, implementasinya akan melalui masa transisi selama tiga bulan agar sisa stok B40 di lapangan dapat dihabiskan terlebih dahulu.
"Penerapannya secara nasional. Tentu ada masa jeda untuk penyesuaiannya. Sisa-sisa B40 dihabiskan dulu, diberi waktu sampai tiga bulan hingga menjadi 100 persen pemenuhan ke B50," ujar Laode.
(Feby Novalius)