“Sementara itu, kenaikan tarif angkutan udara didorong meningkatnya permintaan seiring periode libur sekolah,” imbuh Ateng.
Di luar sektor transportasi dan bahan bakar, pergerakan inflasi nasional juga mendapat tekanan dari kelompok kebutuhan pokok.
Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi sebesar 0,20 persen dengan andil terhadap inflasi nasional sebesar 0,06 persen.
Komoditas pangan yang menjadi pemicu utama kenaikan harga di pasar tradisional didominasi oleh bumbu dapur dan makanan pokok akibat dinamika pasokan.
“Komoditas kelompok ini memberikan andil terutama bawang merah sebesar 0,04 persen, bawang putih sebesar 0,03 persen, dan beras sebesar 0,02 persen,” pungkas Ateng
(Feby Novalius)