Ini Biang Kerok Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar

Anggie Ariesta, Jurnalis
Rabu 01 Juli 2026 13:49 WIB
Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat defisit pada Mei 2026. (Foto: Okezone.com/Pelindo)
Share :

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan penyebab neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit pada Mei 2026. Kondisi ini sekaligus mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut.

Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 tercatat defisit sebesar USD1,61 miliar. Capaian ini berbalik dari posisi April 2026 yang masih mencatat surplus sebesar USD89,1 juta.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebutkan bahwa defisit terutama disebabkan oleh tekanan pada sektor migas.

“Defisit neraca perdagangan terutama disebabkan oleh komoditas migas yang mencatat defisit sebesar USD3,76 miliar. Defisit tersebut berasal dari perdagangan hasil minyak dan minyak mentah,” ujar Ateng, Rabu (1/7/2026).

Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas masih mencatat surplus sebesar USD2,15 miliar, yang ditopang oleh komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja.

Namun, besarnya defisit pada sektor migas yang tidak tertutup oleh surplus nonmigas membuat neraca perdagangan secara keseluruhan berada di zona negatif.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya